iklan

Ajaib !!!...Lakukan Cara Ini Hutang Sebesar Apapun Bisa Lunas !!!.....Inilah Langkah-Langkahnya Yang Harus Dilakukan

ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Ajaib !!!...Lakukan Cara Ini Hutang Sebesar Apapun Bisa Lunas !!!.....Inilah Langkah-Langkahnya Yang Harus Dilakukan
Ajaib !!!...Lakukan Cara Ini Hutang Sebesar Apapun Bisa Lunas !!!.....Inilah Langkah-Langkahnya Yang Harus Dilakukan


Pengusahamuslim.com - Tobat dari Riba, Hutangpun Sirna!!

Dalam sebuah milis yang dikelola oleh PengusahaMuslim.com ada sebuah pertanyaan yang diajukan oleh member sebagai berikut:
Assalaamu’alaikum warahmatullah.
Ustadz yang saya hormati,

Akhir-akhir ini saya beserta istri sedang galau. Ceritanya begini. Saya seorang pegawai yang bekerja di instansi pemerintah yang alhamdulillah telah beristri (Insya Allah) salehah dan Allah mengaruniakan kami 5 orang anak.

3 tahun yang lalu kami meneken akad kredit pada salah satu bank pemerintah dengan nominal lumayan besar untuk mendaftar haji 2 orang (saya dan istri) dengan perhitungan ketika tahun pemberangkatan haji, hutang kami telah lunas.
Setelah kami banyak membaca dan belajar hukum Islam, kami meyakini bahwa kami telah menanggung dosa riba (astaghfirullah). Kami kemudian berusaha keluar dari belitan dosa riba, diantaranya dengan keluar dari Koperasi (KPRI) dan sekarang mencoba keluar dari kubangan riba yang lain, yakni hutang kami ke bank tersebut, dengan cara kami berencana menjual barang-barang yang kami miliki, namun menurut hitung-hitungan saya tidak akan mencukupi untuk melunasi hutang tersebut, sedangkan apabila mencari pinjaman kepada Saudara tidak mungkin mengingat semua keluarga kami dalam kondisi ekonomi yang alhamdulillah pas-pasan.
Apakah saya harus menjual sebidang tanah yang saya miliki agar dapat melunasi hutang kami? (Saya memiliki sebidang tanah yang apabila dijual mungkin hampir dapat melunasi hutang).

Demikian, mohon solusinya. Terima kasih.
Wassalaam,

Hamba Allah-Purbalingga, Jawa Tengah.
Tanggapan dari ikhwan member milis PM-Fatwa:
Bismillah ,sekedar berbagi pengalaman tentang terjerat riba.  Pengalaman bapak pernah saya alami sebelumnya dan saya selain hutang riba juga terjerat kartu kredit sampai 11 kartu. Setelah saya mengikuti pengajian sana sini dan membaca buku akhirnya saya bertobat dari riba. Karena riba membuat hidup kita merasa hina dikejar kejar hutang dan debitur.
Walaupun orang lain melihat kehidupan kita punya mobil ,rumah besar dll. tapi semua itu hasil riba. Dan itu semua tidak akan membawa berkah dan ketenangan bagi hidup kami. Maka akhirnya saya sekeluarga bertobat untuk menghindari riba dan kartu kredit.
Akhirnya saya jual semuanya yang saya miliki mobil, trayek jemputan, rumah, motor dan semua yang saya miliki dari hasil riba saya jual guna menutupi hutang-hutang riba. Saya mulai dari kehidupan dasar lagi dengan mengontrak rumah kecil di area pesantren karena anak-anak kami sekolah di pesantren .
Dengan keikhlasan kita dan benar-benar taubat, maka Allah mengabulkan permintaan saya sekeluarga. Dan saat itu pula setelah saya jual semua yang saya punyai dari hasil riba, saya dapat panggilan kerja ke Saudi arabia di sebuah perusahaan perminyakan. Dan akhirnya saya sekeluarga hijrah ke Saudi Arabia sampai sekarang. Dan Alhamdulilah, Allah kembalikan harta kami dengan segala kelebihannya dan saya sekeluarga bisa pergi haji bersama setelah tinggal satu tahun di Saudi. Alhamdulillah, semuanya dimudahkan segala urusan saya sekeluarga serta bisa melunasi semua hutang-hutang riba dan kartu kredit. Dan yang membuat saya sangat bahagia adalah tempat kerja sekarang dekat dengan Mekkah dan Madinah, sehingga tiap bulan kami bisa umroh .
Inilah kisah pengalaman saya yang terjerat riba semoga Bapak sekeluarga tidak usah ragu untuk menutup hutang riba, pertolongan Allah sangat cepat
Wassalamualaikum
Dari Bpk Edi di Saudi Arabia



Dalam suatu kesempatan mas Adhika Dirgantara seorang founder ODNV bercerita Beberapa waktu yang lalu, seorang kawan bercerita mengenai kondisinya yang tengah terbelit hutang riba dengan total nilai sekitar 600jt.

Akumulasi dari hutang kartu kredit, hutang KTA (kredit tanpa agunan) dan hutang dari sebuah BPRS dengan agunan rumah mertuanya.
Dana hutang dipakai sebagiannya untuk modal usaha yang gagal dan sebagiannya untuk biaya hidup. #astaghfirullah
Tiap hari dikejar-kejar debt collector untuk segera menyelesaikan hutang-hutangnya.
Kawan ini bercerita panjang lebar mengenai kondisinya dan menutupnya dengan satu pertanyaan penghabisan, “bagaimana mengatasinya?”.
So, bagaimana mengatasi belitan hutang riba 600jt?
Beristighfar dan bertaubat. Berhutang, meskipun diperbolehkan, bukanlah hal yang dianjurkan. Rosulullah mengajarkan doa agar kita terhindar dari hutang.
Riba adalah sesuatu yang diharamkan dalam Islam. Sehingga ketika kita terbelit dalam hutang riba, sudah sewajarnya kita memohon ampunan Allah dan bertaubat dengan tidak lagi berhutang riba dan berdoa agar segera lepas dari hal ini.
Restrukturisasi hutang. Pindahkan hutang yang berbunga besar menjadi hutang berbunga kecil atau bahkan tidak berbunga alias non riba.
Pindahkan menjadi hutang yang panjang waktu pelunasannya sehingga menjadi kecil cicilan perbulannya. Namun pastikan, kita bisa melunasi total hutang sebelum jangka waktu pelunasan tanpa ada denda.
Baca juga : TOLONG SEBARKAN!!...Amalkan Doa ini Sebelum Tidur, InsyaAllah Hutang Sebesar Gunung pun akan LUNAS
Apakah bisa? Yakin bisa, tinggal dicoba.
Mengusahakan penghasilan 2x lebih besar dari hutang. Ini bukan hal yang mudah, namun juga bukan hal yang tidak mungkin.
Alih-alih hanya fokus memikirkan hutang dan cicilan, fokus terbesar kita sebaiknya kita curahkan pada langkah nyata mengusahakan penghasilan yang jumlahnya 2x lebih besar dari total hutang.
Fokus pada memperbesar pendapatan besar!
Rumus 50:10:20:20. Sembari terus mengusahakan pendapatan yang besar, langkah awalan bisa menggunakan rumus ini: 50% penghasilan untuk melunasi hutang, 10% untuk zakat dan sedekah, 20% untuk investasi dan 20% untuk biaya pribadi dan keluarga.
10% untuk zakat dan sedekah. Meskipun tengah dalam kondisi sempit, adalah hal yang baik jika kita tetap mengalokasikan dari rezeki kita seberapapun besarnya untuk berzakat dan bersedekah.
Bisa jadi belum jatuh kewajiban zakat karena masih dalam kondisi terbelit hutang, namun kita ikhlaskanlah untuk berbagi.
Mudah-mudahan Allah swt akan membagikan rezekinya lebih banyak lagi.
20% untuk investasi. Kita tetap perlu menyisihkan sebagian penghasilan kita untuk investasi. Alokasi ini bisa untuk menambah besar modal usaha kita dan yang lebih penting adalah untuk investasi pengetahuan dan memperluas jaringan pertemanan.
Pergunakan alokasi investasi untuk memperluas dan memperkuat jaringan pertemanan, temui orang-orang positif dan lebih berpengalaman untuk berbagi ilmu dan wawasan, baik dengan ikut seminar/pelatihan/komunitas atau yang lain.
Bertemu dan berteman dengan orang-orang positif penting agar kita juga tetap positif dan bersemangat dan makin panjang akal.
20% untuk biaya pribadi dan keluarga. Alhamdulillah kawan ini beristrikan wanita solehah yang ikhlas bersedekah seluruh penghasilannya untuk menafkahi keluarga.
Jadi sang suami cukup fokus pada penghasilan untuk segera melunasi hutang-hutangnya.
Namun tetap penting untuk mengalokasikan sebagian pendapatan untuk pribadi dan keluarga agar kita tetap bersemangat merengkuh hidup karena tahu bahwa yang kita usahakan bukan hanya untuk melunasi hutang, namun juga masih bisa berbagi dengan orang-orang yang kita cintai.
Saya berdoa semoga Allah berikan kekuatan agar kawan ini bisa dengan cepat melunasi hutang-hutangnya dan agar kita semua jauh dari jeratan riba. #aamiin

Semoga Bermanfaat ~ !
ADSENSE 336 x 280 dan ADSENSE Link Ads 200 x 90